PERKEMBANGAN MASA PRENATAL (KONSEPSI)

PERKEMBANGAN MASA PRENATAL (KONSEPSI)

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan

Dosen Pengampu: Imron, MA

Disusun oleh:

   Nama      : Amin Wahyu Handoko

NPM      : 13.0401.0009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

2014

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Manusia pada hakikatnya senantiasa mengalami pertumbukan dan perkembangan. Proses perkembangana kehidupan manusia melalui beberapa tahapan. Umumnya, manusia akan selalu berubah mengikuti proses perkembangan di sekitar kehidupannya, dimulai sejak masa prenatal, masa bayi, lalu tumbuh menjadi seorang remaja, dewasa, dan kemudian meninggal.

Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu disaat manusia belum lahir atau masih berada di rahim ibu. Namun, masih banyak orang yang cendrung menganggap bahwa permulaan perkembangan psikologis dimulai pada saat anak dilahirkan. Akibat kecenderungan ini, kebanyakan dari mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak paa masa prenatal. Padahal pada masa inilah penentu dan pembentuk karekter dan tingkah laku anak sesudah lahir.

Melihat keadaan yang demikian, tentu sangaty perlu untuk segera diluruskan. Inilah yang menyebabkan perkembagan masa prenatal perlu untuk dipelajari. Karena begitu pentingnya memahami masa perkembangan prenatal, maka dari itu dalam makalah kali ini penulis mencoba menjelaskan secara mendalam mengenai masa perkembangan ptenatal, dengan harapan dapat menambah pengetahuan yang berguna bagi kehidupan para pembaca dan penulis khususnya.

  1. B.     Rumusan masalah

Agar pembahasan lebih terfokus pada permasalahan, maka kami membatasi pokok kajian dengan beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Apa yang dimaksud dengan tahap perkembangan prenatal?
  2. Apa tahap-tahap perkembangan masa prenatal?
  3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan prenatal?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Definisi Masa Pre-Natal
    1. Drs. Agoes Dariyo, Psi

Masa perkembangan pre-natal adalah masa pertumbuhan dan perkembangan calon makhluk hidup yang berada di dalam rahim calon seorang ibu.

  1. Elisabeth B. Hurlock

Masa pre-natal adalah masa konsepsi atau pertumbuhan, masa pembuahan sampai dengan masa pertumbuhan, dan perkembangan individu yaitu pada saat pembuatan telur pada ibu dan spermazoa pada ayah, bila spermatozoa pada laki-laki memasuki ovum pada perempuan terjadilah konsepsi atau pembuahan, perkembangan pokok pada masa ini ialah perkembangan fisiologis berupa pembentukan struktur tubuh.

  1. William Sallenbach (1998)

Periode pranatal atau pralahir merupakan masa kritis bagi perkembangan fisik, emosi dan mental bayi. Ini adalah suatu masa di mana kedekatan hubungan antara bayi dan orangtua mulai terbentuk dengan konsekuensi yang akan berdampak panjang terutama berkaitan dengan kemampuan dan kecerdasan bayi dalam kandungan.

  1. B.     Tahap-Tahap Perkembangan Masa Prenatal
  1. Perspektif Islam

Para ahli psikologo islam membagi periode prenatal atas beberapa tahap. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Mukminun ayat 12-14 berikut:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang\ kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Tahap-tahap perkembangan masa prenatal berdasarkan al-qur’an seperti yang dijelaskan pada ayat diatas dapat diuraikan lebih jelas sebagai berikut:

  1. Tahap Sulalatin Min Thin (Saripati Tanah)

Pada tahap inin manusia makan dari hasil bumi dan ketika saripati tanah masuk ke dalam tubuh manusia, saripati itu lantas dipakai tubuh sebagai starting materials dalam proses metabolisme perbentukan nutfah di dalam sel-sel reproduksi.

  1. Tahap Nuthfah

Kata nutfah sering kali diterjemahkan dengan air mani atau setetes mani. Kata yang biasa digunakan adalah hampir serupa dengan nutfah adalah nutfatin amsyaaj, atau setetes mani yang bercampur. Ini berarti pencampuran dua nutfah atau benih yaitu dari laki-laki (sperma) dan dari perempuan (sel telur, ovarium)

Nutfah juga disebut sebagi air yang hina (maa’in mahiin, surat al-mursalat:20) atau air yang terpancar (maa’in daafiq, surat at-thaariq:6). Menurut hitungan para ahli, sperma yang kuat dalam satu kali ejakulasi berjumlah jutaan ekor. Akan tetapi dari jumlah sebanyak itu, hanya satu yang dapat melakukan pembuahan. Setelah pembuahan berlangsung, terjadilah perubahan yang cepat pada indung telur. Dengan segera, indung telur menghasilkan membran yang mencegah sperma lain untuk ikut melakukan pembuahan.

  1. Tahap ‘Alaqah

Setelah lima jam dalam bentuk zigot, kemudian zigot tersebut membelah diri tanpa merubah ukuran dan bergerak melalui tabung yang menghubungkan indung telur dan rahim. Zigot selanjutnya menempelkan diri di dinding rahim.

Proses pembuahan dan perjalanan zigot hingga akhirnya menempel di dinding rahim yang memelukan waktu hingga enam hari. Zigot tetap menempel pada dinding rahim dan tumbuh hingga hari ke-15 ketika bentukan ‘alaqah dimulai.

‘Alaqah merupakan bentuk praembrionik yang terjadi setelah pencampuran sperma dan ovarium. ‘Alaqah oleh para ilmuwan disamakan dengan lintah karena hidupnya tergantun pada darah ibunya. ‘Alaqah terbentuk sekitar 24-25 hari sejak pembuahan. Jika jaringan praembrionik ini digugurkan maka ia akan tampak seperti segumpal darah.

  1. Tahap Mudhghah

Embrio berubah bentuk dari tahapan ‘alaqah ke permulaan tahapan mudhghah pada hari ke 24 atau 26. Waktunya relatif lebih cepat ketimbang perubahan dari tahap nutfah ke ‘alaqah.

Tahapan mudhghah ditandai dengan bermulanya pertumbuhan dan pembiakan sel yang luar biasa. Segumpal daging ini terdiri dari sel-sel atau jaringan-jaringan yang sudah maupun yang belum mengalami diferensiasi.

Pada minggu ke-5, jantung mulai berdetak. Embrio juga sudah mengembangkan plasenta, suatu bentuk tabung yang masuk kedalam dinding rahim dan mengalirkan oksigen serta makanan dari darah ibu ke tubuh janin. Tahapan mudhghah berakhir pada munggu ke-6, kurang lebih pada hari ke-40.

  1. Tahap ‘Idzaman

Tahap pembentukan tulang ini jelas sangat penting, dimulai dengan bentuk seperti daging atau permen karet dengan lekukan dan tonjolan seperti digigit-masa mudhghah, dengan cepat berubah menjadi sesuatu dengan bakal orang yang mulai tampak, walaupun tentuk manusia belum kelihatan secara jelas. Kemudian dalam waktu singkat –beberapa hari pada akhir minggu ke-6, terbentuk tulang-tulang yang merubah penampakan secara drastis menjadi mirip manusia.

Pada minggu ke-7, bentuk manusia semakin nyata dengan bermulanya pembentukan kerangka. Masa ini –sekitar hari ke-40 hingga 45- adalah garis batas yang membedakan masa mudhghah dan bentuk manusia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa masa antara hari ke-40 hingga 45 adalah hari-hari yang sangat penting bagi perkembangan embrio. Pada waktu itulah embrio berubah bentuk menjadi bentuk manusia. Pembentukan tulang ini akan semakin berbentuk mirip manusia setelah pada tahap berikutnya tulang itu diselimuti otot dan daging.

  1. Tahap Lahman

Dengan selesainya masa pembulatan tulang dengan lahm (otot dan daging), bentuk semakin jelas. Otot mengambil posisi di sekeliling tulang di sekujur tubuh. Dengan demikian kata “memberi pakaian” kepada tulang yang digunakan dalam Al-Qur’an adalah tepat adanya. Bagian-bagian tubuh embrio yang semula terpisah-pisah telah saling terhubung. Seiring dengan selesainya fase pembentukan otot, embrio manusia pun mulai dapat digerakkan.

Pembungkusan tulang oleh otot dan daging merupakan babak baru dalam perkembangan anak manusia. Seiring usianya proses membentukan otot, embrio mulai dapat bergerak. Masa ini, dimulai pada akhir minggu ke-7 dan berakhir pada akhir minggu ke-8, dianggap sebagai babak akhir pembentukan embrio, atau dalam bahasa Arab disebut takhalluq. Akhir fase embriologi ini segera diikuti dengan fase dimulainya perkembangan janin, yang dalam Al-Qur’an dibahasakan dengan nasy’ah alias perkembangan.

  1. Tahap Takhalluq (perkembangan)

Pada akhir minggu ke-8, satu fase penting dimulai. Perubahan fase ini jauh lebih cepat ketimbang tahap-tahap sebelumnya. Embrio berubah menjadi makhluk lain saat ukuran kepala, tubuh, kaki dan tangan mulai mencapai ukuran proporsional. Ini terjadi antara minggu ke-9 dan 12. Pada minggu ke-10, organ kelamin bagian luar sudah terbentuk. Tulang yang semulaterdiri atas unsur-unsur lunak berubah menjadi bahan kapur yang keras pada minggu ke-12. Jari kaki dan jari tangan juga sudah dapat dibedakan pada minggu ini.

Berat janin meningkat signfikan pada mingg-minggu ini seiring perkembangan otot dan dagingnya. Pada saat ini janin sudah secara sadar menggunakan tangannya untuk menangkap sesuatu, menendang dengan kakinya atau bahkan melakukan salto. Pada saat ini pula janin sudah dapat melakukan apa yang di ingiinkannya.

Pada tahap ini, semua organ sudah berfungsi. Janin siap untuk hidup di luar rahim sejak berumur sekitar 22-26 minggu, yakni kurang lebih 6 bulan pasca pembuahan. Namun tentunya ini terjadi bila sistem pernafasan dan syarafnya berfungsi  normal.

  1. Perspektif Barat

Pada umumnya ahli psikologi Barat membagi periode prenatal atas tiga tahapan yaitu tahap germinal atau zigot, embrionik, dan janin. Untuk lebih jelasnya ketiga tahap perkembangan periode prenatal ini, berikut akan diuraikan masing-masing.

  1. Tahap Germinal (Germinal Stage)

Tahap germinal, Yang sering juga disebut periode zigot. Ovum atau periode nutfah. Adalah periode awal kejadian manusia. Periode germinal ini biasanya berlansung kira-kira 2 minggu pertama dari kehidupan. Yakni sejak terjadinya pertemuan antara sel sperma laki-laki dengan sel telur (Ovum) wanita yang dinamakan dengan pembuahan (Fertilization) periode dari ovum, berjalan sejak konsepsi sampai akhir minggu ke 2.

Ovum yang telah dibuahi namanya zigotezigut ini membagi-bagi diri sehingga terdiri dari banyak sel-sel. Ada yang menjadi lapisan luar nanti akan berkembang menjadi jaringan-jaringan yang melindungi dan memberi makanan pada individu selama dalam masa prenatal. Dan bagian dalam dari sel menjadi embiyo. Periode ini berarti karena 2 hal.

1)      Ovum dapat mati sebelum melekat pada dinding uterus, misalnya karna kurang mendapat makanan.

2)      Implantasi mungkin tidak terjadi dan zygote akan terbawa keluar dengan mensturasi.

3)      Kemudian zigot membelah menjadi sel-sel yang berbentuk bulatan-bulatan yang disebut Blas Tukis.

Blastakis yang berisikann cairan, dengan cepat mengalami sejumlah perubahan. Dalam waktu singkat sel-sel blustukis akan terbentuk plasenta, tali pusat, sistem pencernaan dan sebagainya. Setelah beberapa hari kira-kira seminggu setelah konsepsi blastakis menempel di dinding rahim. Blastakis yang tertanam di dinding rahim inilah yang disebut embrio. Dan peristiwa ini sekaligus manundukkan akhir dari tahap germinal dan permulaan tahap embrio.

  1. Tahap Embrio (Embriyonic stage)

Tahap yang kedua dari periode prenatal disebut tahap embrio. Yang dalam psikologi islam disebut Alaqoh, Yaitu segumpalan darah yang semakin membeku. Tahap embrio ini dimulai dari 2 – 8 minggu setelah pembuahan, yang di tandai dengan tejadinya banyak perubahan pada semua organ utama dan sistem fisiologis. Tetapi karena ukuran panjangnya hanya sekitar 1 inci, Maka bagian tubuh embrio itu belum sepenuhnya berbentuk tubuh orang dewasa. Meskipun demikian ia sudah terlihat jelas dan dapat di kenali sebagai manusia dalam bentuk kecil.

Selama periode embrio ini pertumbuhan terjadi dalam dua pola, Yaitu Cephalocaudal dan Proxi modistal. Di Samping itu, Dalam periode embrio ini terdapat tiga sarana penting yang memantu perkembangan struktur anak. Yaitu kantong Amniatik, Plasenta, Tali pusar.

Periode embriode ini juga ditandai dengan suatu perkembangan yang cepat pada sistem sarap. Hal ini terlihat bahwa umur 6 minggu embrio telah dapat di kenali sebagai manusia. Umur 8-9 Minggu perubahan janin semakin terlihat dengan jelas.

Arti dari pada pariode ini :

1)      Pada akhir periode ini individu sudah merupakan manusia, Oleh karena semua alat, Kelenjar dan lain sebagainya sudah mulai berkembang.

2)      Dalam periode ini banyak kemungkinan adanya keguguran hal ini dapat di sebabkan oleh karena ibu mengalami Sock emosional, Jatuh, Kurang makan, Kurang baik bekerjanya kelenjar-kelenjar tertentu dari ibu yang menyebabkan embrio terlepas dari dinding rahim.

  1. Tahap Janin

Periode ketiga dari perkembangan masa prenatal di sebut periode fetus atau periode janin, Yang dalam fsikologi Islam disebut periode Mudghoh periode ini di mulai dari 9 minggu sampai lahir.

Setelah 8 minggu kehamilan, Embrio berkembang menjadi sel-sel tulang dalam hal ini embrio memperoleh suatu nama baru yaitu janin (Fetus). Dalam periode ini cirri-ciri fisik orang dewasa secara lebih proporsional mulai terlhat. Menurut psikologi islam setelah jain dalam kandungan genap berusia 4 bulan, Yaitu ketika janin telah berbentuk sebagai manusa maka di tiupkan ruh ke dalam jann tersebut juga ditentukan hukum perkembagan seperti masalah yang berhubungan dengan tingkah laku (Sifat, karakter, dan bakat), Kekayaan batas usia. Riset baru menunjukkan bahwa janin juga telah mampu mendegarkan atau responsive terhadap stimulasi dari lingkungan eksternal. Terutama sekali terhadap pola-pola suara. Jadi bayi yang baru lahir menunjukkan suatu pilihan yang jelas berdasarkan pada pengalamannya selama masa prenatal (Docasper dan Spence, 1986)

  1. Tahap-tahap dalam perkembangan pranatal secara terperinci sebagai berikut:

Minggu  ke- 1              Ovum yang telah dibuahi akan turun melalui tuba fallopi menuju    ke uterus .

Minggu  ke- 2              Embrio melekatkan dirinya pada dinding uterus dan berkembang dengan cepat.

Minggu  ke-3               Embrio mulai berbentuk, bagian kepala dan ekor dapat dibedakan dan jantung sederhana mulai berdenyut.

Minggu  ke-4               Permulaan pembentukan daerah mulut, saluran pencernaan dan hati. Jantung mulai berkembang dengan pesat serta daerah kepala dan otak mulai dapat dibedakan.

Minggu  ke-6               Tangan dan kaki mulai terbentuk, namun lengan masih terlalu pendek dan tumpul untuk saling bertemu, hati mulai membentuk sel darah merah.

Minggu ke- 8               Panjang embrio sekitar 1 inci. Wajah, mulut, mata dan telinga mulai mempunyai bentuk yang jelas. Pertumbuhan otot dan tulang dimulai.

Minggu ke- 12             Panjang janin sekitar 3 inci. Ia mulai membentuk seorang manusia, walaupun perbandingan kepala terlalu besar. Wajah mempunyai profil seperti bayi. Kelopak mata dan kuku mulai terbentuk, dan jenis kelamin dapat dibedakan dengan mudah. Susunan saraf masih sangat sederhana.

Minggu ke-16              Panjang janin sekitar 4,5 inci. Gerakan yang dilakukan janin sudah mulai dirasakan oleh ibu. Kepala dan organ-organ dalam tubuh berkembang dengan pesat. Perbandingan bagian-bagian tubuh mulai  menyerupai bayi.

5  Bulan                       Kehamilan hampir sempurna. Panjang janin sekitar 6 inci dan mampu mendengar serta bergerak lebih bebas. Tangan dan kaki sudah lengkap.

6  Bulan                       Panjang janin sekitar 10 inci. Mata sudah terbentuk dengan lengkap dan bintik-bintik pengecap timbul pada lidah. Janin mampu bernafas dan menangis lemah, seandainya kelahiran berlangsung prematur.

7  Bulan                       Usia kehamilan yang penting. Janin mencapai tahap “mampu hidup“, (bila lahir prematur). Secara fisiologis janin mampu membedakan macam-macam rasa dan bau. Rasa sakit relatif belum ada. Kemampuan bernafas dangkal dan tak teratur. kemampuan menghisap dan menelan masih lemah.

7 Bulan sampai masa kelahiran

Janin lebih siap untuk hidup secara mandiri di luar rahim. Tegangan otot bertambah, gerakan menjadi lebih sering dan pernafasan menjadi jelas, kunyahan, hisapan, dan tangisan lapar menjadi lebih kuat. Setelah minggu ke 38 (9 bulan). Bayi siap lahir biasanya ia berputar sehingga posisi kepalanya turun kearah pelvis. Pada awal proses kelahiran atau partus (labour) si ibu biasanya mengalami kontraksi otot yang kuat dan lentur. Ujung bawah uterus (cervix), perlahan-lahan membuka, makin lama makin lebar. Setelah 12 jam (lamanya bisa berubah-ubah), diameter cervix kira-kira mencapai 10 cm. Tahap kedua berlangsung kira-kira satu jam kontraksi yang semakin kuat mendorong bayi turun melalui cervix, lalu ke vagina dan akhirnya keluar dari tubuh itu yang dimulai dengan pecahnya membran di sekitar bayi, kemudian keluar Cairan atau amnion atau air tuban, terjadilah proses kelahiran yang mengakhiri masa kehamilan.

  1. C.    Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan masa pranatal
    1. Kesehatan Ibu

Penyakit yang diderita oleh ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan masa pranatal. Apalagi penyakit tersebut bersifat kronis seperti, kencing manis, TBC, penyakit kelamin, dan sebagainya. Itu dapat mengakibatkan lahirnya bayi-bayi yang cacat. Demikian pula bila terjadi benturan ketika janin berusia 3 bulan disertai dengan gangguan-gangguan kesehatan pada ibu, seperti influensa, gondok, cacar, dapat merusak perkembangan janin.

  1. Gizi Ibu

Faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan masa pranatal adalah gizi ibu. Hal ini terjadi karena janin yang sedang berkembang sangat tergantung pada gizi ibunya, yang diperoleh melalui darah ibunya. Oleh sebab itu makanan ibu-ibu yang sedang hamil harus mengandung cukup protein, lemak, vitamin, dan karbohidrat untuk menjaga kesehatan bayi. Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan gizi cenderung cacat.

  1. Pemakaian bahan-bahan kimia oleh Ibu

Bahan-bahan kimia yang terdapat pada obat-obatan atau makanan yang ada dalam peredaran darah ibu yang tengah hamil, dapat mempengaruhi perkembangan janin. Bahan-bahan kimia tersebut dapat menimbulkan efek samping, baik pada fisik maupun pada sistem kimiawi dalam tubuh janin yang disebut metabolite. Bahan-bahan kimia juga dapat mempengaruhi lingkungan di dalam rahim ibu yang secara tidak langsung juga mempengaruhi janin.

  1. Keadaan dan Ketegangan Emosi Ibu

Keadaan emosinal ibu selam kehamilan juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan masa pranatal. Hal ini terjadi karena ketika seorang ibu hamil mengalami ketakutan, kecemasan, stres dan emosi lain yang mendalam, maka terjadi perubahan psikologis, antara lain meningkatnya pernapasan dan sekresi oleh kelenjar. Adanya produksi hormon adrenalin sebagai tanggapan terhadap ketakutan akan menghambat aliran darah ke daerah kandungan dan membuat janin kekurangan udara.  Dan ini mengakibatkan kelahiran bayi yang abnormal.

BAB III

  1. A.    KESIMPULAN

Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu di saat manusia belum lahir atau masih berada di rahim ibu.

Tahap-tahap dalam masa perkembangan manusia menurut ahli psikologi Islam dan Barat terdapat perbedaan. Para ahli psikologi islam membagi tahap-tahap masa perkembangan prenatal sebagai berikut: tahap sulalatin min thin, muthfah, ‘alaqah, mudhghah, ‘idzaman, lahman, dan takhalluq. Sendangkan menurut Barat hanya ada 3 tahap yaitu: tahap zigot, embrio dan janin.

Dalam masa perkembangan prenatal juga terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kondisi janin seperti: kesehatan ibu, gizi ibu, pemakaiaan bahan-bahan kimia oleh ibu, dan keadaan dan ketegangan emosi ibu.

  1. B.     PENUTUP

Demikian makalah ini penulis susun, semoga dapat memberi manfaat bagi siapa saja yang membacanya. Tentulah penulis menyadari akan kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan makalah yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI dengan lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Penciptaan Manusia: Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains, Jakarta: :ajnh Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2010

Dariyo, A. (2007).Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Jakarta: Refika Aditama.

Gunarsa, S.D. (1990). Dasar Teori Perkembangan Anak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Nurul Azizah Aw Nezha el Zahra, Pekembangan masa prenatal,       http://neezhaa.blogspot.com/2013/05/psikologi-perkembangan.html, diunduh pada tanggal 19 Maret 2014

Karakteristik perkembangan masa prenatal, http://fithgallagher.wordpress.com/2010/09/30/karakteristik-perkembangan-masa-prenatal/, diunduh pada tanggal 19 Maret 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: