SUNNAH FITRAH

Oleh: Amin Wahyu el-Fatraniy

Dari Abu Hurairah ra berkata: Berkata Rasulullah saw:

الفطرة خمس: الختان, والإستحداد, وقصّ الشارب,  وتقليم الأظفار,  ونتف الآباط.

“ Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.”

Diriwayatkan Abdullah bin Zubair dari ‘Aisyah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “ sepuluh dari fitrah; mencukur kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air kehidung ( waktu wudhu), memotong kuku,mencuci ruas jari-jari, mencabut bulu ketiak, mencabut bulu kemaluan, istinja’. “Zakariya berkata bahwa Mush’ab berkata.” Dan saya lupa yang kesepuluh, tapi mesti berkumur-kumur.”

  1. 1. KHITAN

Khitan bagi laki-laki adalah memotong kulit yang menutup bagian kepala dzakar (kemaluan laki-laki).[1] supaya tidak terkumpul di dalamnya kotoran dan air kencing.[2] Adapun bagi wanita adalah dengan cara memotong sedikit dari kulit klitoris pada kemaluan wanita bagian atas. Tujuannya adalah untuk menstabilkan syahwatnya.[3]

Hukum khitan adalah wajib bagi laki-laki dan mustahab (dianjurkan) atau sebuah kemuliaan bagi wanita dan bukan termasuk wajib atas wanita. Ini adalah pendapat kebanyakan ahlu ilmi.[4]

Imam Ahmad berkata: “ laki-laki sungguh ditekankan dalam masalah khitan. Namun bagi wanita ringan penekanannya.”

Adapun Ibnu Abbas sagat keras dalam masalah ini, diriwayatkan dari beliau bahwa “ tidak sah haji dan shalat seseorang kalau belum berkhitan.”

Khitan adalah salah satu syiar orang-orang islam maka khitan menjadi wajib sebagaimana syiar-syiar yang lainnya. Adapun kalau ada laki-laki yang masuk islam tapi umurnya sudah tua dan ditakutkan kalau khitan akan membahayakan dirinya maka khitan tidak wajib atasnya. Sebagaimana mandi dan wudhu dan yang lainnya gugur kalau membahayakan dirinya. Akan tetapi kalau tidak membahayakan dirinya maka wajib baginya untuk melaksanakannya. Inilah pendapat yang benar. Sebagaimana hadits Rasulullah;

اختتن إبرهيم خليل الرحمن بعد ما أتت عليه ثمانون سنة

“ Nabi Ibrahim berkhitan pada usia delapan puluh tahun dari umurnya”[5]

Dan Allah telah berfirman kepada Nabi-Nya saw:

“ Kemudian Kami, wahyukan kepadamu (Muhamma) Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” (an-Nahl: 123)

Syariat khitan juga terdapat pada wanita. Sebagaimana perkataan Abu Abdillah : perkataan Nabi saw:

إذا التقى الختانان وجب الغسل

” jika bertemu antara dua khitan maka wajib untuk mandi janabah.” Ini menjelaskan bahwa wanita juga berkhitan.

Dianjurkan khitan dilaksanakan pada hari ketujuh dari hari kelahirannya, berdasarkan hadits jabir yang berbunyi:

أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم « عَقَّ عن الحسن والحسين ، وخَتَنَهُمَا لسبعة أيام »

“ Bahwa Rasulullah mengaqiqohi Hasan dan Husein dan mengkhitan keduanya pada hari ketujuh.” (HR. Tabrani dalam al-Mu’jam ash-shagir II:122 no: 891)[6]

سبعة من السنة في الصبي يوم السابع : يُسَمَّى ، ويُخْتَنُ ،

“ Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, “ Ada tujuh hal yang termasuk sunnah Nabi saw tentang anak kecil, yaitu (pertama) pada hari ketujuh diberi nama dan dikhitan…..”[7](HR. Tabrani dalam al-Ausarth

  1. 2. ISTIHDAD (MENCUKUR BULU KEMALUAN)

Yaitu mencukur bulu kemaluan dengan sesuatu yang tajam, seperti pisau cukur dan sejenisnya dan tidak mengapa menggunakan obat penghilang rambut untuk menghilangkannya.[8] Dan merupakan perbuatan keji bila meninggalkannya dan disunnahkan untuk dihilangkan dengan cara apa saja menghilangkannya karena maksudnya adalah menghilangnya.[9]

  1. 3. MEMELIHARA JENGGOT DAN MENCUKUR KUMIS

Memelihara jenggot adalah wajib dan haram dicukur sampai bersih karena mengubah ciptaan Allah. Dan ini termasuk perbuatan syaitan yang mengatakan:

وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّهِ

“ Dan akan aku suruh mereka (megubah ciptaan Allah) lalu mereka benar-benar mengubahnya.” (an-Nisa’: 119)

Nabi menyuruh kita memelihara jenggot sedangkan perintah (pada asalnya) adalah wajib dilaksanakan sebagaimana yang telah kita maklumi.

“ Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “ potonglah kumismu, peliharalah jenggotmu dan tampillah beda dengan kaum Majusi.”(Shahih: Mukhtashor Muslim no: 181 dan Muslim I: 222 no: 260)

Dari Ibnu Ummar dari Nabi saw, Beliau bersabda,

خالفوا المشركين وفّروا اللّحى وأحفوا الشوارب

“ Tampillah beda dengan kaum musyrikin, suburkanlah (lebatkanlah) jenggotmu, dan pendekkanlah kumismu!” (mutafaqun alaih)[10]

Maksudnya adalah biarkan jenggot memanjang, tebal dan banyak. Ini berarti haram mencukur jenggot seorang Muslim, menghindari qaza’, yaitu menyisakan sebagian rambut di atas kepala (mencukur sebagian rambutnya saja).

Apabila jenggot dicukur sampai bersih berarti menyerupai kaum wanita padahal ada riwayat yang mengatakan:

“ Rasulullah telah melaknat kaum lelaki yang berusaha menyerupai kaum wanita.”[11]

  1. 4. MEMBERSIHKAN BULU KETIAK

Seorang Muslim selalu mencabut bulu ketiaknya, jika ia tidak bisa mencabutnya, maka ia mencukurnya atau memolesinya dengan kapur atau sejenisnya berupa obat penghilang rambut agar menjadi rontok. Sebagaimana perkataan Harb, “saya bertanya kepada Ishaq: apa yang kamu sukai antara mencabut bulu ketiak atau mencukurnya? Ishaq menjawab : saya lebih suka mencabutnya kalau saya mampu.”[12]

  1. 5. MEMOTONG KUKU

Seorang Muslim rajin menggunting (memotong) kukunya, dan ketika memotong dianjurkan  dimulai dari tangan yang kanan, kemudian tangan kirinya. Setelah itu ia memotong kuku kakinya yang kanan kemudian kuku kakinya yang kiri, sebab Rasulullah saw sangat senang memulai dari yang sebelah kanan dalam hal ini. (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Semua itu, dilakukan oleh seorang Muslim dengan niat meneladani Rasulullah saw dan mengikuti beliau dengan harapan mendapat pahala mutaba’ah (mengikuti) Rasulullah dan mematuhi sunnahnya, sebab semua amal itu sangat tergantung kepada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan (pahala atau tidak) menurut naitnya.

  1. 6. SIWAK (MEMBERSIHKAN GIGI/MULUT)

Cara bersiwak

Siwak dipegang dengan tangan kanan atau kiri dan menggosokkannya ke gusi dan gigi. Dimulai dari sisi kanan ke sisi kiri mulut, dan sesekali menggosokkan pada ujung lidah.

Bahan siwak

Terbuat dari batang kayu Arak yang lunak, zaitun atau sikat gigi dan sejenisnya.

Hukum siwak[13]

Memakai siwak juga termasuk sunnah fitrah, sebagaimana hasits Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (261). Terlebih lagi ketika waktu-waktu berikut:

  1. Berwudhu

“ Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda,

لولا أن أشقّ على أمتي لأمرتهم بالسواك مع الوضوع

”Andaikata aku tidak khawatir memberatkan kaumku niscaya kuperintahkan mereka bersiwak setiap berwudhu!.” (shahih: Shahihlul jami’us Shaghir no; 5316 dan al-Fathur Rabbani I:294 no: 171)

  1. Akan sholat

“ Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda,

لولا أن أشقّ على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كلّ صلاةٍ

”Andaikata aku tidak khawatir memberatkan kaumku niscaya kuperintahkan mereka bersiwak setiap kali akan shalat.” (Mutafaqun Alaih)[14]

  1. Akan membaca al-qur’an

Hal ini didasarkan pada riwayat dibawah ini:

“ Dari Ali ia bertutur, Nabi saw telah memerintahkan kami bersiwak dan beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba bila bagun malam lalu shalat maka datanglah kepadanya seorang malaikat, lalu berdiri dibelakangnya lalu menyimak al-Qur’an dan mendekat(kepadanya) sampai menempelkan mulutnya pada mulut si hamba, sehingga ia tidak membaca satu ayatpun melainkan masuk ke dalam rongga malaikat itu.” ( Shahih lighoirihi)[15]

  1. Akan masuk kedalam rumah

“ Dari al-Miqdam bin Syuraih dari bapaknya, ia berkata,” Aku bertanya kepada ‘Aisyah ra, “ perbuatan apa yang Nabi saw mulai apabila hendak masuk rumahnya?” Jawabnya, “Bersiwak” (Shahih)[16]

  1. Bangun malam hendak shalat jahajud

“ Dari Hudzhifah ra, katanya “Adalah Rasulullah apabila bangun (malam) hendak shalat tahajud, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.”(Mutafqun Alaih)[17]

  1. 7. MAKRUH HUKUMNYA MENCABUT UBAN

Sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits berikut ini:

Dan Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari datuknya, ia berkata  bahwa Rasulullah saw bersabda,”Janganlah kamu mencabut uban: tidaklah orang muslim yang beruban rambutnya dalam Islam walaupun hanya sehelai, kecuali itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat (kelak).”(Shahih)[18]

Haram Mewarnai Uban dengan Warna Hitam dan diganti dengan hinna’ katam dan sebagainnya.

Sebagaimana yang diuraikan dalam beberapa riwayat di bawah ini:

Dari Abu Dzar ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebai-baik pewarna yang digunakan mengubah warna ubanmu ialah pohon pacar (inai) dan katam.”(Shahih)[19]

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “ Bahwasannya orang-orang Yahudi dan Nashara tidak megubah warna (jenggotnya), maka selisihilah mereka.”(Mutafaqun ‘Alaih)[20]

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu, ia berkata,” Abu Quhafah datang kepadaku di hari penkhlukan Makkah, sedangkan rambut dan jenggotnya sedah memutih, maka Rasulullah saw bersabda:

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah ini dengan sesuatu dan jauhilah warna hitam.”

  1. 8. MEMPERINDAH RAMBUT KEPALA, MEMINYAKI DAN MENYISIRNYA.

Adapun qaza’ yakni mencukur sebagian rambut kepala danmembiarkan sebagian yang lain hukumnya makruh. Tapi kalau menyerupai orang kafir hukumnya adalah berubah menjadi haram.


[1]. Kitab pedoman seorang Muslim hal: 213

[2]. Ensiklopedi Islam AL-KAMIL hal: 591

[3]. Fiqh Sunnah Wanita (karya Kamal asy-sayyid Salim) hal: 44

[4]. Kitab Al-Mughni ; 1: 107

[5]. HR. Bukhori: 4:172 / 11:6298. Muslim: 4:1839. Ahmad:2:322

[6]. Tamamul Minnah: 68

[7]. Tamamul Minnah: 68

[8]. Pedoman dihup seorang muslim hal:213

[9]. Kitab Al-Mughni ; 1: 107

[10]. Fathul bari, X:349 no: 5892

[11]. Fathul Bari, X:332 no: 5885

[12]. Kitab Al-Mughni hal: 109

[13]. Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil Aziz

[14]. Fathul Bari II: 374 no: 887 dengan lafadz ‘ma’a kulli shalaatin’(pada waktu setiap kali akan shalat!)

[15]. Ash-Shahihah no;1213 dan al-Baihaqi I: 38

[16]. Muslim 1:220 no:253 Aunul Ma’bud 1: 86

[17]. Fathul Bari I:356 no: 245 dan ini lafadz Muslim

[18]. Shahihul Jami’us Shaghir no:7463, Aunul Ma’bud XI:256 no:4184 dan Nasa’I VIII:136

[19]. Shahihul Jami’us Shaghir no:1546, Aunul Ma’bud XI:259 no:4187

[20]. Fathul Bari X:354 no 5899. Muslim III: 1663 no:2103

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: