Sahabat

Oleh: Amin Wahyu elfatraniy

Sejenak kita akan mengenang, tadabur, tenteladani dan muhasabah tentang sekelompok kader, kader yang rabbaniy, al-farid, al-ajib yang tidak ada kader yang seperti kadernya para sahabat ridwanullah tabarakallu wata’ala alaihim.

Allah telah memuji para sahabat di dalam Al-Qur’an.

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحاً قَرِيباً

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka(ikhlas, shidiq dan dari hakikat keimanan)  lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)” (al-fath:18)

Rasulullah telah memuji dan  generasi mereka.

خير القرون قرني، ثم الذين يلونهم، ثم الذين يلونهم

Sebaik-baik masa adalah masaku, tabiin, tabi’ut tabi’in

Sebersih-bersih hati  akal adalah hati para Sahabat.

BAGAIMANA PARA SAHABAT

Akhlak sahabat

  1. 1. Terhadap Al-qur’an

ü  Al-Qur’an mempunyai  peranan penting dalam kehidupan sahabat.

ü  Al-Qur’an, dengannya dapat mengeluakan mereka  dari kegelapan kepada cahaya.(umar bin khattab masuk islam karena masuk Islam).

ü  Al-Qur’an mempunyai peranan sangat besar dan agung dalam kehidupan sahabat, baik dalam hafalan, tadabbur, dalam mengaplekasikan, penerapan.

ü  Ibnu Mas’ud meriwayatkan tentang kehidupan para sahabat dengan al-qur’an: “kami (para sahabat)  Jika hafal 10 ayat, tidak pindah kecuali sudah mengetahui maknanya dan mengamalkannya.”

ü  Berbeda dengan keadaan kita sekarang. (tujuan terpenting adalah menghafal dan mengamalkan kandungannya)

ü  kita perlu muhasabah. Sudahkah kita melaksanakan apa yang sudah kita baca dan pelajari.?

ü  Berapa banyak para pembaca al-Qur’an tetapi al-qur’an justru melaknatnya. Berapa banyak orag membaca ayat riba tetapi justru banyak yang melaksanakan jual beli riba.

ü  Alhu Qur’an dalalm posisi terdepan di dunia dan di akhirat.

ü  Di dunia mereka dalam posisi terdepan dalam shalat

يؤم القوم أقرءوهم لكتاب الله

ü  Di akherat. Berkata jabir bin Abdullah: “ kami dulu waktu selesai perang uhud. Kami menguburkan para syuhada’ dua orang dalam satu lubang. Ketika kami mau mengubrurkan, rasulullah bertanya kepada kami siapa yang paling banyak hafal al-qur’annya? Maka dia di dahulukan masuk keliang lahat.”

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

Abdullah bin ‘Amru dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Kelak akan dikatakan kepada ahli Al Qur`an; Bacalah dan naiklah, kemudian bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya ketika di dunia, karena sesungguhnya tempatmu ada pada akhir ayat yang kamu baca.”

ü  Untuk itu mari kita senantiasa bermuhasabah, perbanyak membaca al-qur’an dan mentadaburinya kemudian mengamalkan apa yang terkandung didalamnya. Seperti yang dicontohkan oleh para sahabat.

  1. 2. Belajar ilmu syar’i

ü  Para sahabat mempunyai semangat yang kuat dan besar dalam mencari ilmu.

ü  Mereka mengetahui bahwa ilmu mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Bagaimana manusia akan beribadah kepada Allah kalau belum tau tentang ilmunya.? Bagaimana manusia membedakan antara tauhid dan syirik, antara taat dan maksiat, antara sunnah dan bid’ah.? Kecuali dengan belajar ilmu syar’i.s

ü  Contoh semangatnya para sahabat dalam mencari Ilmu.

ü  Abdullah bin Amr كنت أكتب كل شيء يقوله رسول الله   kemudian orng quraisy memcegah untuk menulis semua yang di katakana Rasul. Kemudian aku berhenti menulis. Kemudia di adukan kepad Rasul dan Rasul bersabda

اكتب…!! وما يخرج من هذا الاّ حقا

ü  Bukti semangatnya: Sahabat bertanya kepada Rasululla tentang segal parmasalahan.

ü  Sahabat senang kalau ada orang badui datang kepada Rasuul kemudian bertanya tentang suatu ilmu.

ü  Cerita ibnu Abbas bersama Ibnu Mas’ud. Ibnu Abbas (anak paman Rasul) jika mendengar sebuah hadits yang belum di ketahuinya maka beliau pergi untuk mendapatkannya. Jika yang di tuju sedang tidur maka beliau menunggunya. duduk didepan pintu Ibnu Mas’ud menunggu keluar (untuk mengambil hadits). Saat ibnu mas’ud keluar beliau kaget dan berkata “jika engkau mau, aku akan datang kepadamu”. Tapi ibnu Abbas bekata “انا احق ان آتيك” saya yang seharusnya datang kepadamu.

ü  Ibnu Mas’ud berkata: ليس العلم بكثرة الرواية، إنما العلم خشية

ü  Ibnu Abbas mengambarkan tentang sahabat. “ para sahabat jika mendapatkan illmu mereka langsung beratsar dalam kehidupannya.”

ü  العلم والحكمة نور. يهد به الله من يشاء(imam malik/imam darul hijrah)

  1. 3. Dalam ibadah

ü  Beribadah di setiap keadaan, dalam kondisi lapang atau sempit, safar atau mukim, di rumah maupun di masjid, sendirian maupun bersama manusia.

ü  Seperti apa yang di kerjakan Rasullah.

ü  Rasul shalat malam sampai telapak kakinya bengkak. Suatu ketika beliau ditanya oleh Aisyah. يا رسول الله لمذا تكالف نفسك؟ وقد غفر الله لك من ذنبك ما تقدم وما تأخر Kemudian Rasul menjawab افلا اكون عبدا شكورا

ü  Abdullah bin Umar (abid, soim, qoim,alim dll) Rasul bersabda :

نعم الرجل عبد الله لو كان يصلى من الليل   dengan sedikit perkataan itu, langsung berbekas pad diri Abdullah bin Umar. Dan ibnu Umar tidak tidur pada waktu malam kecuali hanya sebentar.

ü  Muhammad bin Talhah di jululi dengan “as-sajjad” (karena banyak shalatnya dan banyak ibadahnya)

ü  Abdullah bin Zubair (صواما قواما)

ü  Para sahabat ibadahnya silsilah (berkesinambungan) atau jika keluar dari ibadah satu langsung pindah ke ibadah selanjutnya. dan istiqomah

ü  Sampai-sampai dalam safarpun mereka tetap semangat dalam ibadah.

ü  Ibnu bin Abi Mulaikah(tabi’in mulia) bercerita tentang ibnu Abbas waktu safar dari makkah ke madinah. Ibnu Abbas waktu istirahat, beliau shalat malam.

ü  Hamzah bin Amr al-Aslamiy. Bertanya kepada Rasulullah

يا رسول الله إن عندي قوة على الصيا في السفر. افعلى جناح يارسول الله أن أصوم في السفر. فقال الريسول: إنها وخصة من الله  ……

“ wahai rasulullah, saya punya kekuatan untuk puasa waktu safar, apakah saya berdosa wahai Rasulullah puasa waktu safar..? Rasulullah menjawab “ itu (berbuka) adalah ruksor/keringan dari Allah, tetapi kalau pingin puasa maka tidak mengapa (tidk ada dosa bagimu).

  1. 4. Takutnya sahabat kepada Allah (wara’ dan zuhud)

ü  Maryam: 58

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَن خَرُّوا سُجَّداً وَبُكِيّاً

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

ü  Karena besarnya iman yang ada pada diri Rasulullah. Mereka Menganggap besar sebuah dosa (يستعظيمون الذنوب) berbeda dengan kita sekarang, memilih-milih dosa, ini yang kecil, ini yang besar

ü  Anas bin Malik berkata kepada Para Tabi’in

إنكم لتعملون اعمالا هي اذقّ في اعيونكم من السعر، كنا نعدها في زمن الرسول الله من الموبقات/ مهلكات

ü  Menganggap besar dosa adalah alamat hidupnya hati dan iman.

  1. 5. Jihad

ü  Mencitai jihad sampai orang kecilpun mencintai jihad dan pingin bersama Rasulullah

ü  Rafi’ bin Khadirj, zaid bin tsabit, zaid bin Arqam, ibnu umar (anak kecil yang dilarang rasul untuk berjihad)

ü  Umair bin Abi Waqqosh dalam perang badar bersembunyi dalam barisan sahabat yang besar(tua/dewasa) takut di larang Rasul. Kemudian Rasul melihatny dan melarangnya pergi jihad karena masih belum cukup umur. Kemudian Umair menangis karena tidak boleh jihad. Namun akhirnya di bolehkan oleh Rasul karena kesungguhannnya.

ü  Kepada orang yang enggan pergi berjihad. Adalah sifat orng munafik.

من لم يغزو ولم يحدث نفسه بالغزو مات على شعبة من النفاق

ü    Para sahabat senang pergi berparang dan berjihad:

ü  Abdullah bin Abi Aufa berkata: kami perang bersama Rasulullah sebanyak tujuh peperangan, kami hanya memakan al-jarad ( belalang atau udang laut) tetapi kami senang karena kami bersama rasulullah.

ü  Jihad sudah melekat pada hati dan diri para sahabat.

  1. 6. Dakwah para sahabat

ü  Sahabat tidak hanyak belajar ilmu, ibadah dan jihad tetapi mereka juga berdakwah di jalan Allah.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

ü  Tetap bersemangat berdakwah walaupun hanya sedikit (bagi kaset dan kitab kecil)

  1. 7. Akhlak mulia para sahabat

ü  Sebagian akhlak para sahabat adalah al-fawa’(tepat janji), ikho’ (persaudaraan), sidiq (jujur), baik kepada manusia. Itu semua karena mereka belajar kepada rasulullah r.

ü  Allah berfirman kepada Rasulullah r. وأنك لعلى خلق عظيم

ü  Rasulullah ditanya tentang perkara yang memasukkan manusia ke dalam neraka. Rasul jawab: lisan dan kemaluan

ü  Rasulullah ditanya tentang perkara yang memasukkan manusia ke dalam jannah. Rasul jawab: taqwa kepada Allah dan husnul khuluk.

ü  إن من حياركم أحسنكم اخلاقاً

ü

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: