KHUTBAH NIKAH

Oleh: Amin Wahyu elfatraniy

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Tiga hal kalau ada pada seseorang, maka orang itu akan mendapatkan manisnya iman.

  1. Hendaknya Allah dan Rosulnya lebih dia cintai dari pada selainnya
  2. Hendaknya dia mencintai seseorang, cintanya dilakukan karena Allah

Dan inilah yang insyallah kita akan bicarakan pada siang hari ini untuk mengantarkan kedua mempelai kita

  1. Hendaknya dia takut untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia takut kalau dilemparkan kedalam api neraka

Saudara sekalian permasalahan pernikahan adalah  murupakan sesuatu  yang disyari’atkan oleh Allah swt, dicontohkan oleh Rosulullah saw,

النكاح سنّتي ومن رغب عن سنّتي فليس مني

Nikah itu adalah sunnahku siapa yang tidak suka dengan sunnahku maka dia bukan  golonganku

Tetapi pernikahan yang disyaria’tkan oleh Rosulullah saw agar terus jadi ibadah, mulai awal pernikahan sampai akhir hayat, maka haruslah dijalankan karena Allah. Kepada saudaraku ……………mulailah pernikahanmu ini yang sudah kamu rencanakan ini. Lakukan itu karena Allah, cintailah calon istrimu itu kedepan juga hanya Karena Allah. Sehingga engkau akan menjadikan hidup itu menjadi indah dalam lindungan Allah swt.

Ketahuilah Rosulullah menyatakan:

اذا تزوج العبد فقد استكمل نصف الدين واليتقي الله في نصف الباقي

Jika seseorang telah melaksanakan pernikahannya, maka di telah menyempurnakan separoh agamanya, maka hendaklah dia menyempurnakan separoh yang selebihnya.

Saudara sekalian, pernikahan yang dicontohkan oleh Rosulullah begitu indahnya, sehingga menjadi contoh bagi manusia-manusia setelahnya. Dan Rosulullah mengatakan ukuran manusia lelaki beliau katakan

خيركم خيركم لأهله وأنا خيكم لأهلي

Sebaik-baik kalian kaum pria adalah yang paling baik terhdap istrinya

Jika anda ingin mengukur  akhlak seseorang, jangan diukur bagaimana dia bergaul dengan kawannya, bagaimana dia bergaul dengan tetangganya, tetapi perhatikan bagaimana dia menggauli istrinya. Jika kamudian seseorang lelaki itu sayang kepada istrinya dia hormat kepada istrinya, dia menyayangi  istrinya, dia memperhatikan istrinya. Sebagaimana Rosulullah apabila hendak kemasjid, beliau kecup istrinya kemudian berangkat menuju masjid. Begitu romantisnya Rosulullah saw,

وأنا خيركم لأهلي

Saya adalah seorang yang paling baik terhadap istriku.

Oleh karenanya……………jadikanlah ini pedoman  bagi hidupmu dan kita semua, agar kita menjadi orang yang berakhlak mulai, maka jadikan pedoman Rosulullah ini untuk selalu mencintai, menyayangi istri kita, menghormati istri kita, memperhatikan istri kita, dan itu bagian dari pada akhlak mulia. Dan ketahuilah isi dunia ini apa…?

Rosul mengatkan:

خير متاع الدنيا المرأة الصالحة

Hakekat dunia yang paling indah itu, apabila anda mendapatkan istri yang sholihah (HR.Muslim)

Betapa celakanya seseorang ketika menikah tidak mendapatkan istri yang sholihah, karena berarti dia telah akan melewati kehidupan yang indah itu. Dan betapa nikmatnya kita, ketika kita mendaptkan istri yang sholihah. Yang ketika ditanya apa tandanya istri yang sholihah itu.

Kata Rosulullah saw

اذا نظر اليها سرته,

Wanita yang sholihah ini kalau dipandang, menyenangkan hati sang suami.

Bukan menyebalkan, bukan menjengkelkan tapi menyenangkan hati sang suami. Bukan pada saat waktu perkwinan, tetapi pada saat meskipun nenek-nenek. Pada akhir hayatnyapun dia akan selalu dalam rangka untuk menyenangkan hati sang suami

Subhanallah ketika sang suami mendapatkan istri yang seperti ini, dia rasa-rasanya akan ingin cepet pulang kalau sudah selesai urusannya.

واذا أمرها اطاعته

Kalau kemudian  sang suami meminta sesuatu, menyuruh sesuatu, sang istri tidaklah keberatan, dia menjalankan apa yang diinginkan oleh sang suami.

Subhanallah nikmat betul. Kalau anda mendapatkan istri yang membangkang, diomongin mbangkang, diperintah mbangkang, maka betapa sengsaranya hidup anda. Tapi ketika mendapatkan istri yang sholihah, yang apabila diperintahkan dia menurut dan mengikuti selama tidak melanggar aturan Allah, selama tidak melanggar ajaran Rosulullah, maka dia wajib untuk mentaati.

واذا أقسم عليها ابرته

Kalau dia bersumpah kepada istrinya untuk memin sesuatu kebaikan, istri pun mendukungnya

المرأة الصالحة التي تفرغك لآخرة

“Istri yang sholihah justru lebih banyak mendorong suaminya tuk berbuat untuk akhirat,bukan dunia.”

واذا غاب عنها حفظت نفسها ومالها

Ketika sang suami tidak ada dirumah, melaksanakan tugas-tugasnya, istri menjaga dirinya dan menjaga harta sang suami

Allahu akbar, betapa nikmatnya wanita yang sholihah itu, dialah penghias dari pada rumah tangga kita, makannya ketika kemudian seorang wanita datang kepada Rosulullah menanyakan sesuatu. Maka Rosulullah bertanya kepadanya: “Bagaimana hubungan engkau dengan suamimu.?” ’ ya….begitu deh…..kata dia, maka kemudian Rosul mengatakan  kepadanya” Perhatikan suamimu..! dia adalah surgamu atau nerakamu”

Subhanallah, suamimu adalah surgamu atau nerakamu. Luar biasa betul… …..

Karenanya kehidupan rumah tangga yang seperti inilah yang kita harapkan. Akan melahirkan anak-anak yang sholih dan sholihah. Akan menjadikan contoh bagi masyarakat sekitarnya, yang penuh dengan kedamaian, penuh dengan kasih sayang, penuh dengan ajaran-ajaran Allah yang menghiasi kehidupan rumah tangganya, yang selalu menyinari dalam harian-hariannya, selalu terdengar bacaan-bacaan Al-Qur’an dirumahnya, selalu terdegar nasihat, selalu terdengar dialog-dialog yang indah. Luar biasa betul…………

Karenanya rumah tangga inilah yang harus kita bangun diatas dasar syari’at Rosulullah saw yang dicontohkan Rosulullah saw menjadi indah betul

Dan kemudian kepada saudara………….yang akan menjadi penanggung jawab terhadap rumah tangga. Yang harusnya anda lakukan dengan penuh pertanggung jawaban dihadapan Allah swt, di hadapan orang tua dan dihadapan manusia pada umumnya. Maka hendaknya kita tunaikan tugas sebagai penanggun jawab ini sebaik-baiknya

قوا أنفسكم وأهلكم ناراً

Jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka

Selalulah kamu mengajarkan kepada istrimu,  contohkanlah kepada istrimu sesuatau yang disyari’atkan oleh Allah swt, yang dicontohkan oleh Rosulullah saw sehingga jangan pernah ada sesuatu yang melanggar Allah, melanggar Rosulullah. Ketika ketemu sampaikalah salam dan itulah do’a kepadanya, ketika ketemu maka tersenyumlah dan karena itu adalah sedekah dan seterusnya didalam pergaulan-pergaulan jangan lupa untuk selalu mendo’akan kepadanya. Makanya kalau rumah tangga itu selalu dihidupi dengan ajaran-ajaran Allah, ajaran-ajaran Rosulullah. Maka insyallah itu menjadi rumah tangga yang pertanda dari pada rumah tangga yang bahagia

Ada suatu peristiwa yang menarik pelajaran bagi kita sekalian. Seorang Qodhi, seorang hakim yang terkenal adilnya, dialah Suraih Al-Qodhi dia hidup pada masa tabi’in. suraih Al-Qodhi ini terkenal betul, dalam keputusan-keputusan pengadilan yang dia putuskan itu mengandung keadilan. Suatu kali teman beliau namanya Imam As-Sa’abi bertanya kepadanya.”Wahai Suraih, kalau dalam kehidupan  peradialan kami tau kamu adalah orang yang paham, kamu betul-betul adil dalam keputusanmu, tapi kami ingin tau bagaimana kehidupan rumah tanggamu.?” Maka Suraih Al-Qodhi mengatakan”Sungguh kalau engkau bertanya tentang rumah tanggaku, sudah 20 tahun lebih aku menikah, sekalipun kami tidak pernah ribut” Imam As-Sa’abi bertanya lagi: “Bagaimana rahasianya kok bisa kamu bangun rumah tangga 20 tahun tidak pernah ribut.?” . maka kemudian Suraih menceritakan. “Sejak mulai saya pertama kali menikah kemudian saya masuk kamar berjumpa dengan istriku kemudian saya pegang ubun-ubun istriku kemudian do’akan

اللهم إني أسألك خيرها وخير ما جبلت عليه وأعوذبك من شرها وشرما جبلت عليه

Kemudian beliau mejalankan sholat, itu adalah sunnah yang  dicontohkan oleh bayak salafus sholih. Sholat setelah menikah beliau shalat dua raka’at Kemudian diikuti sang istri karena sang istri juga sholihah, setelah dua rekaat selesai  tiba-tiba sang istri berkata kepada sang suaminya “Wahai suamiku, kita dipertemukan karena Allah, sesuai dengan syari’at Rosulullah dan aku berasal dari rumah tangga keluarga yang kamu tidak mengenal bagaimana tabi’atku dan engkaupun berasal dari rumah tangga yang yang akupun tidak mengenal dan bagaimana tabi’atmu. Tetapi kita ingin untuk rumah tangga kita bahagia, berjalan mulus, karena itu tolonglah engkau ungkapkan kepadaku apa saja yang engkau sukai, terangkan kepadaku apa saja yang kamu sukai, aku akan berusaha untuk menjalankannya. Dan ceritakan kepadaku apa yang kamu tidak sukai dan aku akan menghindarinya.” Subhanallah sang istri menawarkan sesuatu kepada suaminya. Belum terjadi apa-apa. Tapi kemudian berkata Suraih Al-Qodhi:”Ketahuilah apa yang kamu katakan adalah merupakan suatu amanat yang kamu akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah kalau kamu jujur terhadap pernyataanmu itu”. Aku suka ini, ini…dan seterusnya. Dan aku tidak suka ini, ini dan seterusnya. Diceritakan oleh suraih Al-Qodhi :”sejak itu istriku selalu melaksanakan apa yang aku sukai, dan selalu meninggalkan apa yang aku benci. Sehingga tidak ada alasan kami untuk ribut,

Makanya inilah pedoman yang dipratekkan oleh Abu Darda’ kepada istrinya pada saat pertama kali beliau menikah. Abu Darda’ mengatakan kepada istrinya “ Wahai istriku kita bertemu untuk menjadi orang-orang yang taat kepada Allah, kita harus saling tolong menolong, saling mengingatkan, saling pengertian, saling memahami satu sama lain. Tetapi bahaya rumah tangga itu yang paling besar  ada pada kemarahan. Banyak orang ribut karena kemarahan, marah yang tidak terkendalikan. Kita sebagai manusia normal, kamu bisa marah dan aku juga bisa marah. Tetapi kata Abu Darda’, kalau saya marah kamu jangan marah,tahan….! Kalau kamu marah saya akan tahan tidak marah, kalau seandainya saya marah dan kamu marah, betapa cepatnya kita akan berpisah.” Sejak itu maka dipraktekkanlah oleh Abu Darda’ dan juga Ummu Darda’ yang mereka dalam hidupnya tidak pernah marah-marahan, ketika Abu Darda’ meniggal dunia beliau ummu Darda’ menjadi janda, sampai selesai masa iddahnya, tiba-tiba dilamar oleh seorang sahabat lainnya ingin memilliki Ummu Darda’ karena mendengarkan berita yang begitu hebat tentang wanita ini. Tiba-tiba Ummu Darda’ menjawab: “ Maaf, karena aku mendengarkan suamiku Abu Darda’  meriwayatkan hadits Rosulullah saw: Bahwa istri akan bersama dengan suami yang  terakhir di surga, maka aku tidak ingin berpisah dengan suamiku Abu Darda’. Ketika ketemu didunia, aku ingin juga menjadi istrinya di surge. Maka maaf aku akan menolak tunangan dari siapa pun. Karena aku ingin berjumpa dengan Abu Darda’ di dunia dan menjadi istrinya di surga.

Allahu Akbar….. betapa kenikmatan cinta yang dibangun atas dasar cinta karena Allah. Karenanya Rosul menyatakan:

لم يرى للمتحابــيــن مثل النكاح

Tidak ada percintaan seperti ada dalam pernikahan itu

Mudah-mudahan saudara ………dan calon istrinya itu akan diberikan oleh Allah kemudahan untuk mencapai keluarga yang seperti ini dan mendapatkan kebahagian di dunia dan sampai di akhirat kelak

Tambahan:

ü  Tanggung jawab suami

يأيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهلكم ناراٌ

Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan  keluarga kalian dari api neraka

  1. Suami tanggung jawab sepenuhnya terhadap agama keluarganya, mendidik istrinya dengan ajaran Islam

لايدخل الجنة الدّيوث

Tidak akan masuk jannah orang yang membiarkan istrinya dalam kemaksiatan sementara dia tau.

  1. Nafkah

دينا ر أنفقته في سبيل الله ودينار  أنفقته في الرقبة ودينار أنفقته على المسكين ودينار أنفقته على أهلك.أعظمها أجرا, الدينار الذي أنفقته على أهلك

Satu dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu infakkan untuk hamba sahaya, satu dinar yang kamu infakkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang kamu infakkan untuk keluargamu. Yang paling banyak pahalanya adalah satu dinar yang kamu infakkan untuk keluargamu.

Apa yang dimakan suami itu juga yang dimakan sang istri, tidak membeda-bedakan

  1. Pergauli mereka dengan baik

وعاشروهن بالمعروف

Pergauliah mereka dengan baik

Istri bukan budak, bukan pembantu kita, tapi pendamping kita. Hormati dia sebagaimana kita menghormati diri kita. Ajaklah bicara dengan baik.

خيركم خيركم لأهله, وأنا خير لأهلي

Maka pergaulan kepada istri jangan yang kering, kadang serius dan kadang bercanda, pergi bersama, sehingga di bagun hubungan yang kuat sekali sama istri, sehingga tidak mudah setan masuk. Jangan diberikan pintu bagi setan untuk merusak rumah tangga kita

ü  Sesuatu yang paling mengembirakan bagi suami

ما استفد المؤمن بعد تقوالله من زوجة صالح

Seorang mukmin tidak ada yang berharga harta dalam hidup melebihi istri yang sholih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: