Bila jodoh tak kunjung tiba, apa yang harus dilakukan?

Oleh: Amin Wahyu elfatraniy

Bagi para lajang yang sudah memasuki umur cukup menikah namun terhambat kendala belum ada jodoh, tentunya akan membuat mereka pusing. Banyak alasan mengapa mereka tak juga menikah, kebanyakan yang diutarakan adalah belum ada yang cocok. Orang tua pasti juga ikut memikirkan mengapa anaknya belum menikah juga. Mengapakah setelah sekian kali berusaha, jodoh yang dinanti tak kunjung datang? Adakah yang salah? Apakah yang mesti kita lakukan?

Allahlah yang mengatur jalan hidup dan memberikan segala kebutuhan kita sampai yang sekecil-kecilnya. Ya, meminta kepada Allah alias berdoa adalah jalan yang terbaik. Janganlah meminta jodoh sampai datang ke paranormal, jalan yang tidak diridhai Allah. Janganlah beralasan datang ke paranormal atau orang pintar dan kita mengatakan “itu hanyalah perantara”. Allah tidak membutuhkan perantara, Dia pasti akan memberi yang kita minta sesuai dengan kemampuan kita. “Dan Rabb kalian berfirman: “Berdoalah kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan permintaan kalian” (QS. Al-Mukminun:60).

Bila bersungguh-sungguh ingin mendapatkan jodoh, maka bersungguh-sungguh pulalah dalam berdoa. Berdoalah dengan hati yang khusyu’ dan menyatu dengan-Nya. Mulailah dengan basmalah, sholawat dan kemudian bacalah doa Nabi Zakaria “Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri.” (QS. Al-Anbiya:89).

Saya teringat oleh seorang bapak yang pernah saya temui dalam perjalanan. Dia bercerita, bahwa ketika dia meminta jodoh seorang wanita shalehah, dia berdoa dalam shalat tahajud yang dilakukannya selama tujuh tahun. Sungguh suatu waktu yang tidak sebentar. Setiap 1/3 malam, diluangkan waktunya untuk bertemu dengan Allah. Ya, di 1/3 malam inilah Allah beserta para malaikat datang memenuhi bumi untuk mengabulkan permintaan hamba-hambaNya. Dan akhirnya bapak itu benar-benar mendapatkan bidadari surga. Subhanallah! Itulah bukti bahwa Allah mengabulkan doa hamba yang meminta kepada-Nya tanpa seorang perantarapun.

Selain doa, ada beberapa sikap ikhtiar yang perlu kita lakukan:

  1. 1. Berprasangka baik (husnuddzon)

Janganlah berprasangka buruk kepada Allah karena janji-Nya pasti benar. Kalau kita memandang baik apa yang dilakukan Allah, insya Allah hidup kita akan bahagia. Apapun yang terjadi pada kita, itulah yang terbaik untuk kita, karena semua atas izin Allah.

  1. 2. Ikhtiar semaksimal mungkin.

Dengan memperkuat cinta kepada Allah, melaksanakan yang wajib dan sunnah, memperkuat silaturrahim dan jangan sampai berikhtiar keluar dari jalan Allah.

Di antara ikhtiyah yang di anjurkan adalah:

  1. Puasa. Seperti kata Rasulullah SAW tercinta, bagi para pemuda yang belum mampu untuk menikah maka berpuasalah. Puasa ini benar-benar manjur sebagai pengendali kondisi psykis kita.

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاء

Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya“. [HR. Al-Bukhoriy (4778), dan Muslim (1400), Abu Dawud (2046), An-Nasa’iy (2246)]

  1. Perbanyak tilawah Qur’an. Dengan membaca Al Qur’an hati akan menjadi tenang. Hati yang semula bergejolak karena dorongan naluri, akan menjadi lebih aman dan tenteram ketika kita tilawah Qur’an dan meresapi serta merenungi maknanya.
  2. Perbanyak aktifitas positif. Dengan beraktifitas positif, perhatian kamu gak melulu menggebu ingin nikah. Cinta yang kamu punya bisa disalurkan ke jalan yang benar lainnya misalnya saja sayang pada adik atau keponakan. Kaji Islam sebaik-baiknya agar gelora cinta yang belum ada penyalurannya ini bisa dikontrol dengan baik. Kalo kamu suka olahraga, bagus tuh untuk kesehatan dan sebagai pengalih perhatian yang positif. Tapi ingat ya, jaga aurat kamu baik laki-laki maupun perempuan.
  3. 3. Berdoa
  4. 4. Tawakkal

Setelah berbagai macam usaha dilakukan, hasil akhir kita serahkan kepada Allah. Jika keinginan belum terkabul, yakinlah ada sesuatu yang lebih baik dibalik tidak dikabulkannya doa tersebut. Allah tidak akan memberikan ujian kecuali ada kebaikan dibalik ujian tersebut.

Nasehat Bagi Wanita yang Terlambat Menikah

Naseha untuk yang terlambat menikah hendaknya selalu berdo’a kepada Allah dengan penuh harapan dan keikhlasan, dan mempersiapkan diri untuk siap menerima lelaki yang shalih. Apabila seseorang jujur dan sungguh-sungguh dalam do’anya, disertai dengan adab do’a dan meninggalkan semua penghalang do’a, maka do’a tersebut akan terkabulkan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. “ (Al-Baqarah : 186).

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (Al-Mukmin : 60).

Dalam ayat tersebut Allah menggantungkan terkabulnya do’a hamba-Nya setelah dia memenuhi panggilan dan perintah-Nya. Saya melihat, tidak ada sesuatu yang baik kecuali berdo’a dan memohon kepada Allah serta menunggu pertolongan dari-Nya.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya): “Ketahuilah sesungguhnya pertolongan diperoleh bersama kesabaran dam kemudahan selalu disertai kesulitan dan bersama kesulitan ada kemudahan.”

Saya memohon kepada Allah untuk kalian dan yang lainnya agar dimudahkan oleh Allah dalam seluruh urusannya dan semoga segera mempertemukan kalian dengan laki-laki yang shalih yang hanya menikah untuk kebaikan dunia dan agamanya.[1]


[1].  Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin Fatawal Mar’ah, Judul: Nasehat Bagi Wanita yang Terlambat Menikah. hal. 58

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: